
Para pejabat negeri pula memperoleh tunjangan hari raya( THR) serta pendapatan ke- 13. Presiden Prabowo Subianto, Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, para menteri Kabinet Merah Putih, sampai Pimpinan, Wakil Pimpinan anggota DPR, MPR, serta DPD, contoh deretan pejabat yang menemukan THR serta pendapatan ke- 13.
Dalam Peraturan Menteri Keuangan No 23 tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Penerapan Pemberian Tunjangan Hari Raya serta Pendapatan Ketiga Belas kepada Aparatur Negeri, Pensiunan, Penerima Pensiun, serta Penerima Tunjangan tahun 2025 yang Bersumber dari APBN diatur pula besaran THR serta pendapatan ke- 13 yang dapat didapatkan oleh Presiden sampai anggota DPR.
Dilihat detikcom pada Sabtu( 15/ 3/ 2025), dalam beleid itu dipaparkan THR serta pendapatan ke- 13 yang dibayarkan ke pejabat negeri terdiri atas pendapatan pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, tunjangan jabatan ataupun tunjangan universal, serta tunjangan kinerja cocok dengan pangkat, jabatan, peringkat jabatan, ataupun kelas jabatannya.
THR serta Pendapatan ke- 13 Presiden serta Wapres
Dalam catatan detikcom, besaran pendapatan pokok yang diterima presiden serta wakil presiden sampai dikala ini masih merujuk dalam Undang- undang( UU) No 7 Tahun 1978 tentang Hak Keuangan/ Administratif Presiden serta Wakil Presiden Republik Indonesia.
Dalam ketentuan itu tertulis nilai pendapatan pokok buat presiden besarnya 6 kali dari pendapatan pokok paling tinggi pejabat negeri. Sebaliknya pendapatan pokok buat wakil presiden besarnya 4 kali dari pendapatan pokok paling tinggi pejabat negeri.
Setelah itu nominal pendapatan pokok paling tinggi pejabat negeri merupakan pendapatan pokok buat Pimpinan MPR, DPR, DPA, BPK, serta MA, ialah sebesar Rp 5. 040. 000 per bulan. Perihal ini sebagaimana yang sudah tertuang dalam pasal 1 poin a PP no 75 tahun 2000.
Dengan demikian, pendapatan pokok yang diterima Prabowo merupakan 6 x Rp 5. 040. 000 ataupun sebesar Rp 30. 240. 000/ bulan. Kemudian, pendapatan buat Gibran sebesar 4 x Rp 5. 040. 000 ataupun sebesar Rp 20. 160. 000/ bulan.
Tidak hanya itu dalam Keputusan Presiden( Keppres) no 68 tahun 2001, disebutkan seseorang presiden serta wakil presiden pula mendapatkan tunjangan jabatan. Besaran tunjangan jabatan yang diberikan sendiri sebesar Rp 32. 500. 000, serta buat wakil presiden Rp 22. 000. 000.
Merujuk pada aturan- aturan tersebut, apabila ditambahkan pendapatan pokok serta tunjangan hingga THR yang diterima Prabowo dapat menggapai Rp 30. 240. 000+ Rp 32. 500. 000, ialah Rp 62. 740. 000. Sebaliknya buat Gibran yakni Rp 20. 160. 000+ Rp 22. 000. 000, ialah Rp 42. 160. 000. Tetapi jumlah ini belum tercantum dengan perhitungan tunjangan menempel yang lain.
THR serta Pendapatan ke- 13 Menteri
Besaran pendapatan seseorang menteri sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah( PP) No 60 Tahun 2000. Dalam ketentuan ini, seluruh menteri negeri menerima pendapatan pokok sebesar Rp 5. 040. 000 per bulan.
Tidak hanya pendapatan, para menteri negeri pasti hendak memperoleh beberapa tunjangan yang sudah diatur dalam Keputusan Presiden( Keppres) Nomor 68 Tahun 2001. Dalam ketentuan itu tertulis para petinggi Departemen ini berhak memperoleh tunjangan jabatan sampai Rp 13. 608. 000 per bulan.
Maksudnya apabila ditotal pendapatan pokok serta tunjangannya seseorang menteri berhak menerima THR sampai dekat Rp 18. 648. 000. Tetapi, angka ini belum menghitung komponen tunjangan menempel yang lain.
THR serta Pendapatan ke- 13 Anggota DPR
Dikenal, besaran pendapatan DPR RI sudah diresmikan lewat Peraturan Pemerintah No 75 Tahun 2000 tentang Pendapatan Pokok Pimpinan Lembaga Paling tinggi/ Besar Negeri serta Anggota Lembaga Besar Negeri dan Duit Kehormatan Anggota Lembaga Paling tinggi Negeri.
Dalam ketentuan tersebut, diresmikan besaran pendapatan pokok buat Pimpinan DPR merupakan Rp 5. 040. 000 per bulan, setelah itu buat Wakil Pimpinan DPR sebesar Rp 4. 620. 000 per bulan, serta buat pendapatan pokok untuk anggota DPR merupakan sebesar Rp 4. 200. 000 dalam sebulan.
Tidak cuma pendapatan pokok, pimpinan sampai anggota dewan pula memperoleh tunjangan yang nominalnya cocok dengan jabatannya. Terus menjadi besar jabatan, hingga tunjangan yang didapat hendak terus menjadi besar.
Dalam catatan detikcom, beberapa sarana serta besaran tunjangannya sendiri telah diatur dalam Pesan Edaran Setjen DPR RI Nomor. KU. 00/ 9414/ DPR RI/ XII/ 2010 serta pada Pesan Menteri Keuangan no S- 520/ MK. 02/ 2015. Sebut saja terdapat tunjangan istri Rp 420. 000, tunjangan anak Rp 168. 000, duit persidangan/ paket Rp 2. 000. 000, tunjangan jabatan Rp 9. 700. 000, tunjangan beras Rp 198. 000, serta tunjangan PPH Rp 1. 729. 608.
Setelah itu terdapat pula tunjangan lain yang diterima DPR antara lain tunjangan kehormatan, tunjangan komunikasi intensif, tunjangan kenaikan guna pengawasan serta anggaran, dan dorongan langganan listrik serta telepon untuk anggota DPR RI.
Dengan begitu, bersumber pada perhitungan komponen THR tahun ini, tiap Anggota DPR paling tidak bisa menerima Rp 13, 2 juta dengan perhitungan jumlah total pendapatan serta bermacam tunjangan ataupun Rp 4. 200. 000+ Rp 9. 700. 000. Walaupun begitu, hitungan ini belum memasukkan komponen lain semacam tunjangan keluarga, tunjangan pangan serta tunjangan kinerja.